Your Ad Here

MALAYSIA WILL TRULY BE INDONESIA



Read Users' Comments ( 0 )

"Indonesia Raya" The Best Anthem in The World

Ternyata lagu kebangsaan kita yang dinyanyiin waktu upacara bendera, waktu jadi suporter sepak bola ataupun badminton, yaitu Indonesia Raya adalah salah satu dari sedikit lagu kebangsaan terbaik di dunia. Berikut quote-nya:

Indonesia Raya (composed in 1924, "Indonesia Raja" in old Indonesian spelling) is the national anthem of the Republic of Indonesia. The song was introduced by its composer, Wage Rudolf Supratman, at 28 October 1928 in a national youth convention in Batavia (now Jakarta). The song marked the birth of the all-archipelago nationalist movement in Indonesia that supported the idea of one single "Indonesia" as successor to the Dutch East Indies, then split into several colonies. The first paper to openly publish the text "Indonesia Raya" - a daring act of defiance towards the Dutch authorities - was the Chinese Indonesian weekly Sin Po, a fact still noted with pride by the Chinese Indonesian community.

It was chosen as the national anthem when Indonesia proclaimed its independence at 17 August 1945.

Jozef Cleber, a dutch composer, created Indonesia Raya arrangement for philharmonic orchestra in 1950. This arrangement is widely been used currently for formal and some informal purposes.

Many people abroad said "Indonesia Raya" is one of the best anthems in the world.

Sumber: Wikipedia


Satu sumber lain juga mengakui bahwa "Indonesia Raya" adalah national anthem terbaik, bahkan setelah dibandingkan dengan "Star Spangled Banner" milik Amerika Srikat, "La Marsellaise" milik Perancis dan "God Save The Queen" milik Inggris.

In fact, Americans are obsessed by their national anthem, and play it at virtually all major sporting events -- and even at minor events too, such as kindergarten sports day. And wherever, when the Star Spangled Banner is played, the inevitable audience is starry-eyed men and women, arms across their chests, faces full of emotion.

While the French national anthem, "La Marsellaise", is considered to contain racist elements (the stuff about "pure blood"), it's also undoubtedly one of the best anthems around. It's been adopted and adapted by an army of musicians, including Django Reinhard, Michel Sardou Serge Gainsbourge (Aux armes et caetera), The Frog Princess (!) in "The Divine Comedy", and The Beatles, who used it to open "All You Need is Love".

And "God Save the Queen"? This dirge-like anthem became the inspiration for the Sex Pistol's extremely controversial punk-rock band version, where in the lyrics, they compare the Queen to a fascist regime. They claimed they wrote it as a defense of the working class and because they loved the English race. Riiiight!

In any case, they soon had a hit on their hands, proving that even if the UK is a monarchy it's completely democratic too. Just imagine if someone tried giving "Indonesian Raya" that kind of treatment! The only thing they'd be hit with would be a jail sentence!

While not popularized the way the "Star Spangled Banner" and "La Marsellaise" are, I have to admit the Indonesian national anthem is probably another one of the best. Yes it's rousing, but it's also melodious in parts. Before Independence Day this year, I hadn't given it much thought, but it does sound like a national anthem ought to sound, and it inspires -- well, nationalistic feelings and pride in one's country.

beat that malaysia

MALAYSIA = TRULY THIEF IN ASIA


Read Users' Comments ( 0 )

"Malaysia Trully Asia" hanyalah slogan BULLSHIT

Mau tau alasannya? Nih gw dapet dari http://www.mediaindonesia.com

KUALALUMPUR--MI: Chief Executive Officer Kru Studio Norman Abdul Halim yang memproduksi film dokumenter Enigmatic Malaysia yang disiarkan Discovery Channel membantah mengklaim tari pendet sebagai milik negaranya. Justru dari beberapa karyanya menunjukkan akar beberapa budaya Malaysia justru dari Indonesia.

Ditemui di Kuala Lumpur, Kamis (27/9), Norman menjelaskan tidak pernah membuat dokumenter mengenai tari pendet. Ia bersama production house-nya memang merupakan rekanan Discovery Channel yang berkedudukan di Singapura. "Kita memproduksi program Enigmatic Malaysia sebanyak enam episode, dua di antaranya bercerita tentang keris dan batik yang berkembang di Malaysia," jelasnya.

Dokumenter itu itu dibuatnya berdasarkan penelitian selama tiga tahun. Ia menggambarkan keris dan batik yang di Malaysia, asalnya dari Pulau Jawa, Indonesia. Untuk mendukung pemaparan dalam film tersebut, ada gambar orang berpakaian batik melakukan tari jawa. "Jadi bukan Tari Pendet, gambarnya pun semua dilakukan di Malaysia," paparnya.

Discovery Channel sesuai pernyataannya yang dikutip Norman, lalu membuat iklan untuk mempromokan program Enigmatic Malaysia tersebut. Dalam iklan itu, mereka menayangkan tari pendet yang diambil dari pihak ketiga. "Discovery telah mengakuinya sebagai kesalahan, dan

telah menghentikan penayangan iklan, serta menggantinya dengan yang lain," tukasnya.

Mengenai adanya tuntutan agar setiap produksi tentang budaya Indonesia harus ada izin, Norman menyanggupinya. Ia berjanji akan meminta izin kepada pemerintah Indonesia jika ada lagi order mengenai Indonesia. "Tolong saya diberitahu, bagaimana prosedurnya untuk minta izin," kata pimpinan salah production house terbesar di Malaysia tersebut. Ia meminta maaf film dokumenternya menimbulkan kisruh dan kesalahpahaman tentang tari pendet.

Anggota DPD RI Parlindungan Purba (Sumut), Aida Ismeth (Kepulauan Riau) dan Eni Khairani (Bengkulu) di sela kunjungannya di Malaysia bertemu Norman untuk mengklarifikasi mengenai kontroversi tari pendet. Ia menegaskan kepada para senator tersebut tidak benar Malaysia

mengklaim tari pendet sebagai miliknya.

"Kita menghargai penjelasan Norman, dengan ini kita minta masyarakat jangan cepat terpancing dengan isu seakan-akan Malaysia mengklaim tari pendet sebagai miliknya. Malah, dari film dokumenternya mengenai keris dan batik, jelas ada pengakuan asalnya dari Indonesia," kata

Parlindungan Purba. Ia juga meminta kedutaan besar Malaysia di Indonesia proaktif menyikapi isu yang bisa mengganggu hubungan kedua negara. (BS/OL-03)


Gimana jelas kan...

MALAYSIA = TRULY THIEF IN ASIA


Read Users' Comments ( 0 )

Eminem Ancam Mariah Carey Lewat Lagu

Eminem memang rapper yang fenomenal. Ada-ada saja ulahnya untuk mengundang perhatian. Setelah pada lagu berjudul Slim Shady ia melantunkan lirik kontroversial, “Kotoran yang ada padamu cukup untuk membunuhmu,” kini pada lagu yang baru diposting online, rapper asal Michigan (AS) tersebut mengancam Mariah Carey.

Lagu terbaru Eminem bertajuk ‘The Warning’ memperlihatkan kedekatan antara rapper berusia 36 tahun itu dan Mariah Carey yang begitu romantis. Tetapi, pada liriknya Eminem mengancam akan membocorkan gambar-gambar ‘syur’ Mariah Carey, yang tentu saja akan membuat Nick Cannon, suami Mariah, cemberut.

“Kotoran yang ada padamu cukup untuk membunuhmu, inilah yang kulakukan, Mariah, ini pernah terjadi padamu, dan aku masih menyimpan gambar-gambarnya,” ujar Eminem yang dikutip dari salah satu bagian lirik ‘The Warning’ seperti dilansir nme.com.

Tak tanggung-tanggung, pada lirik lagu tersebut, Eminem juga memaparkan tentang hubungan intim dan kehidupan seks antara ia dan Mariah.

“Dengar, perempuan. Pasti Kamu tidak mau saya menceritakan tentang bagaimana saya cukup ‘gila’ di awal agar bisa ejakulasi lebih cepat dan mengotori perutmu. Dan, kamu hampir menolak dan mengatakan aku kotor,” kata Eminem di dalam lagunya itu.

Sebelumnya, Mariah Carey juga telah menghina rapper hip-hop itu di dalam video terakhirnya berjudul Obsession, dengan berdandan seperti Eminem.


Read Users' Comments ( 0 )